Inovasi Puskesmas

PEMBERDAYAAN GURU PEDULI ANAK AGAR SEHAT ANDAL TERAMPIL INOVATIF KREATIF (DAGU LINA SANTIK )

Tujuan  dari Inovasi DAGU LINA SANTIK adalah : 

1. Umum :  

             Agar semua Balita umur 0-5 th dan APRAS umur 5-6 tahun terpantau tumbuh dan kembang secara optimal

2. Khusus :

  •         Meningkatkan kemampuan dan peran aktif guru PAUD /TK dlm kegiatan pemantauan tumbuh kembang pada semua balita dan anak prasekolahyang dapat dilaksanakan setiap bulan
  •         Terselenggaranya deteksi dini dan Intervensi penyimpangan tumbang pada semua balita dan Anak prasekolah

ELIT TEMULAWAK ( Eliminasi Tuberculosis dengan Investigasi Kontak dan Minum Jamu Temulawak )

 Pelayanan Kesehatan terduga Penderita TB merupakan salah satu indikator Standart Pelayanan Minimal Puskesmas. Salah satu target pembangunan berkelanjutan adalah mengurangi jumlah kasus TB turun menjadi 30 % ,tingkat success rate diatas 90% dengan kematian dibawah 5 %.

Berdasarkan data laporan di wilayah kerja Puskesmas Pandian kasus TB masih cukup tinggi tahun 2021 sebanyak 71 kasus dengan succes rate masih dibawah target 85 % ( yakni  72%) karena penderita TB mengalami keluhan mual saat minum OAT dan terjadinya efek samping minum OAT sehingga menyebabkan penderita TB berhenti minum obat.

Dari masalah tersebut diatas melalui analisis bersama tim lintas Program dengan lintas sektor serta asupan kebutuhan dan harapan masyarakat dibuatlah terobosan baru sebagai inovasi berdasarkan kemampuan potensi yang ada, inovasi di namakan

ELIT TEMULAWAK

( Eliminasi TB Tahun 2030 Dengan Investigasi Kontak dan  Minum Temulawak)

Tujuan Inovasi adalah mengurangi keluhan mual saat minum obat OAT dan mengurangi efek samping obat akibat OAT yang diminum oleh penderita TB sehingga penderita TB semangat untuk minum obat TB sampai tuntas dan sembuh.

 Adapun tujuan lainnya adalah meningkatkan peran kader dalam penanggulangan dan pengobatan TB.

 Program ini juga didukung oleh kebijakan Bupati Sumenep yakni pelayanan gratis yakni Universal Health Care (UHC) dimana seluruh warga masyarakat di Sumenep mendapatkan pengobatan gratis terlebih lagi pengobatan TB  menjadi prioritas untuk ditangani di fasyankes.. Dari beberapa upaya yang telah dilakukan diatas berdampak positif yang signifikan sehingga capaian penanggulangan TB tahun 2023 sebanyak 59 penderita TB yang diobati  dan 48 penderita yang sembuh succes rate naik 82% dan tahun 2024 meningkat  menjadi 96% ( 59 Penderita yang diobati  57 sembuh 96%) . Dari inovasi tersebut Bupati Sumenep memberikan penghargaan  juara 2 Inovasi Awards tahun 2024.